Es Krim Cake - Swanie

rum rasin
Black Forest cake, semua orang pasti sudah mengenal rasa lezatnya kue berbahan dasar sifon cake atau bolu lembut yang dilapisi oleh rum dan taburan coklat serta toping chery yang manis ini.

Sambil mengingat rasa lezat coklat dari black forest ini, bagaiman kalo kita cicipin black florest dengan bahan dasar yang berbeda dari umumnya, bukan sebuah cake melainkan berbahan dasar es krim.

Es krim black forest, murni berbahan dasar es krim. Bukan cake yang dilapisi es krim dengan cita rasa coklat. Rasanya benar - benar lezat, selain rasa coklat dan rumnya es krim ini juga terasa wangi karena bahan dasar dari susu dan coklat serta tambahan buah black chery yang diapit ditengah susunan eskrim coklat ini, yang akhrinya dinamakan es krim rasa black forest.

Selain rasa black forest ada juga rasa lainnya yang tak kalah menggoda seperti tiramisu, durian, green tea serta 22 macam rasa lainnya.

Tidak hanya sekedar rasa saja yang disajikan, penampilan es krim cake ini juga dibuat mirip layaknya sebuah cake yang lengkap dengan hiasannya. Dari es krim cake dengan tema buah - buahan sampai tema tokoh boneka kartun juga ada.


Penasaran untuk mencobanya, datang saja ke:
Jl. Pelepah Kuning 2, Blok WX No: 1
Kelapa Gading Permai
phone : 021-45857921 - 2, 4532260
0812 8047297

atau kunjungi saja webnya:
sample es krim cake for 1 month baby

sample es krim cake for anniversary













  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WARUNG SOP BUNTUT - H. SOEDIK

sop buntut
Siapa sich yang tidak mengenal salah satu jenis makanan sop bening yang beraroma rempah - rempah ini. "Sop Buntut" dari namanya saja kita pasti sudah mengetahui bahan bakunya pasti berasal dari buntut. Buntut yang digunakan, jelas buntut sapi masa buntut kucing.

Sop buntut umumnya yang saya kenal kuahnya berwarna bening dan ditemani pelengkapnya kentang, wortel, tomat, kol putih serta taburan bawang goreng. Nah untuk kali ini yang saya temui tampilan sop buntut nya sangatlah sederhana tapi rasanya cukup dahsyat.

Sop Buntut H. Soedik, menu disini ada "sop buntut" dan "buntut goreng / bakar". Saya pesan menu sop buntutnya saja, setelah memesan saya harus menunggu kurang lebih 10 menit. 
Nah loh, kok lama yach.....yach jelas lah.....karena sop tersebut harus dipanaskan dahulu sebelum disajikan, supaya rasanya tidak seperti makanan yang mengental karena berlemak.

Begitu disuguhkan saya sempat terkejut dengan penampilannya, kalo di dunia arsitek namanya minimalis. Didunia kuliner saya pribadi, tampilannya sangat minim atau sederhana. Warna sopnya bening dipadu dengan kentang dan wortel, tidak ada tambahan sayur pendamping lain lagi. Sedangkan untuk buntutnya, penampilan terlihat sangat rapi potongannya ada 4 biji dengan bentuk yang cukup besar.

si buntut
Dari segi rasa, buntutnya sangat empuk tidak perlu perlawana untuk mengunyahnya. Tingkat kesegaran serta kekenyalan dari kentang dan wortel pun sangatlah pas alias tidak benyek karena kematengan. Mungkin wortel dan kentangnya direbus 1/2 matang dan direbus terpisah, setelah ingin disajikan barulah ditata dalam mangkok. Rasa bumbunya pun sangat meresap di daging maupun terasa di kuahnya, ada wangi rempah - rempah macam cengkeh dan ladanya, dilidah terasa sangat soft dan sedikit berlemak.

Sop buntut ini enaknya disantap dengan seporsi nasi dan juga sambal yang pedas serta persan jeruk nipis yang medok dan diimbangi sedikit kecap manis. 
Seporsi sop buntut ini dibandrol dengan harga Rp.50.000,-. Cukup mahal sich, tapi jangan dilihat dari mahalnya melainkan lihatlah kenyataan "ada harga pasti ada barang".  Selagi harga masuk akal yach monggo silakan di coba.....

Datang saja untuk mencicipinya di:

Jl. sunter agung podomoro
ruko sunter metro A3 no. 8, telp : 021. 6526335

ada cabang di :
Jl. suryo no. 30 blok S kebayoran baru
telp : 021. 68800930








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Petualangan di negeri Singa - Jurong East area - 7

Jam di HP saya sudah menunjukan pukul 10.00 am waktu Singapore, berarti jam 09.00 am di Jakarta. Saya membuka horden jendela kamar, matahari sudah mulai meninggi. Malam yang melelahkan setelah jalan seharian penuh, saya pun tidurnya nyenyak bangun pun terasa segar dan semangat. Setelah mengumpulkan semua kesadaran saya, lanjut untuk berbenah diri. 

Inilah nikmatnya kelebihan jika jalan - jalan tanpa ikut tour, semua waktu bisa kita atur dan tempat wisata pun bisa kita kunjungi lebih lama terutama tempat wisata yang kita sukai, jika membosankan bisa kita tinggalkan.
Selain itu, tidurpun lelap dan cukup, jika ikut tur terkadang tidur belum cukup karena jadwal tur pulang larut malam akhirnya tidur seadanya dan pagi - pagi harus siap lagi yang berimbas selama perjalanan menunju tempat wisata kita lanjut tidur lagi dalam bus, terpaksa melewatkan pemandangan dan aktivitas denyut jantung kehidupan negara yang kita kunjungi.

Petualangan saya hari ini akan menjelajahi Jurong, pasti banyak yang tidak mengetahui daerah Jurong. Yach maklumlah Singapore kan identik dengan Orchadnya terutama bagi wisatawan Indonesia, jadi jika ditanya tempat lain selain Orchad mereka pasti tidak tau dan mungkin bingung, ada apa disana? klo di Orchad kan jelas shoping, shoping, shoping ping ping ping.....sampai uang habis baru pulang Indonesia. Itulah sebagian besar keperluan wisatawan Indonesia ke Singapore. Honestly I hate this activity it's so wasting time and day, for me this is useless.

Akhirnya sampai juga saya di stasiun Jurong East, begitu keluar dari MRT sangat terasa dan terlihat sudah kehidupan di area Jurong ini. Banyak sekali minibus yang parkir di area halte MRT Jurong dan itu merupakan minibus khusus mengangkut karyawan. Selain itu, terlihat juga orang - orang yang hilir mudik dengan pakaian rapi dan sederhana ala pekerja kantor yang lengkap dengan tas kantornya hanya penampilan pekerja di area Jurong ini tidaklah semodis penampilan pekerja di daerah segitiga mas Jakarta. Dengan gambaran seperti itu maka saya mulai menyimpulkan bahwa Jurong merupakan area pusat industri Singapore.

Kesimpulan saya ternyata benar, setelah saya keluar dari area terminal MRT dan berjalan kaki melihat aktifitas kehidupan dilingkungan ini. Juga diperkuat dengan pencarian saya di Google yang menyatakan bahwa area Jurong merupakan area industri besar dan juga kekuatan utama perekonomian Singapore. Terlihat dari banyaknya perkantoran dan pabrik serta industri besar yang dibangun di salah satu kawasan khusus yang bernama Jurong Island. Dimana untuk masuk area industri tersebut dibutuhkan surat ijin yaitu Jurong Island Security Pass dan yang masuk area tersebut sangat terbatas serta  peraturan ketat yang melarang membawa peralatan fotografi.

Sekalipun Jurong merupakan kawasan industri, disini juga ada tempat wisatanya. Antara lain yang paling dikenal adalah Jurong Bird Park, yang merupakan taman rumah bagi 9.000 burung dari 600 spesies. Jurong Bird Park tidak hanya memperlihatkan koleksi burungnya saja, melainkan juga menyajikan sebuah show yang dibintangi oleh para burung yang telah dilatih untuk menghibur para pengunjung. Selain show,  juga ada atraksi para burung yang dikemas dalam sebuah taman yang didesain khusus layaknya sebuah hutan sehingga pengunjung bisa merasakan keindahan taman alam dan terlibat dengan kehidupan burung di alam terbuka.
Tidak hanya sebagai tempat wisata, Jurong Bird Park juga sebagai tempat pelestarian, konservasi dan riset untuk berbagai jenis macam burung termasuk burung yang langka dan dilindungi oleh dunia. Dan juga merupakan satu - satunya taman burung di Asia yang memiliki fasilitas Rumah Sakit Flu Burung.

Perjalanan terus dilanjutkan lagi ke Singapore Discovery Centre. Merupakan sebuah gedung macam museum dengan menggunakan studio yang dilengkapi film 2 dimensi dan 3 dimensi sehingga pengunjuang yang datang dapat menyaksikan sejarah Singapore dari masa lalu hingga masa kini. 

Tepat disebelah area gedung ini, cukup dengan jalan kaki kita bisa mengunjungi Snow City. Disini kita bisa bermain ski, berseluncur atau bermain bola salju layaknya sebuah negara musim dingin.

Pagoda Chinese Garden
Setelah saya lelah melihat tempat wisata tersebut inilah waktunya saya relaks merasakan indahnya alam dan kebersihan di tengah kota Singapore yang membuat saya betah berada di negara ini., The Chinese and Japanese Garden. Sebuah taman yang berada ditengah kota, taman yang didesain khusus sesuai dengan namanya. Tempat ini dibangun diarea terbuka, sebuah tempat yang sangat indah dan patut dikunjungi terutama bagi mereka yang suka berada ditengah alam dan udara segar. Memasuki area ini tak perlu mengeluarkan uang sepersen pun, ini merupakan area publik. Disini kita dapat melihat bangunan Pagoda dan masuk kedalamnya lalu naik ke atas untuk melihat pemandangan taman dan kota sekitarnya.

Selain sebuah pagoda juga ada patung - patung pahlawan Cina, jalan terus sambil menyusuri taman dengan pohon yang rindang ketemulah sebuah kolam kecil yang dimana mengunakan jembatan batu yang tertanam dalam kolam kita bisa masuk sebuah area dengan bangunan rumah - rumahan china kita bisa menyaksikan The Live Turtle & Turtoise Museum. Taman disekitar sini sangatlah indah, ditambah kolam nya ternyata dihuni oleh kura - kura, kebetulan aku takut dengan binatang ini jadi cepat - cepatlah ku melangkah tanpa terlalu dekat menyaksikan si kura - kura tersebut yang sedang sibuk makan.


Enter bonsai garden
Tak jauh dari kolam ini, saya menemukan sebuah taman bonsai lengkap dengan gezebo yang didesain gaya Cina serta pintu masuk tamannya persis bangunan rumah pejabat pada saat Cina masih diperintah oleh sang Kaisar, pas saya masuk disini atmosfirnya berasa seperti seorang putri yang sedang menikamati taman sambil istirahat di gazebo, kayak di film "Putri Huan Cu".

Gazebo bonsai garden
Menjelajahi taman ini sangatlah menyenangkan, terutama bagi mereka yang suka dengan pamandangan alam dan juga bangunan kuno gaya Cina atau Jepang. Sayang, belum selesai saya menjelajah taman ini, awan gelap sudah mulai menghampiri saya, gerimis pun mulai menetes, terpaksa saya harus mencari tempat teduh. 
Belum sampai berteduh hujan gerimis berubah menjadi hujan yang lebat, terpaksa saya harus mengakhirinya dan berharap besok ada waktu saya akan kembali kesini dengan mengajak teman, karena jujur sewaktu saya menikmati taman ini hanya saya seorang diri saja, tidak ada rombongan turis maupun warga lokal, hanya sempat ketemu beberapa orang pengurus taman saja. 
Kebetulan paranoid mode-on iiihhhh seram....bukan serem takut kecopetan melainkan takut ada yang tikam saya ditengah taman yang sepi karena hanya saya seorang wanita atau ketemu yang aneh - aneh karena banyak pohon gede - gede.....

Perjalananku terus berlanjut, berhubung sekarang hujan tempat yang tepat untuk dijelajah sekarang adalah Mall. Maka saya putuskan naik MRT sambil menunggu hujan berhenti dan terserah dilokasi mana yang tidak hujan, maka itu Mall yang akan saya masuki. Inilah kelebihannya stasiun MRT di Singapore, setiap stasiun pasti terhubung dengan sebuah Mall dan anda tak perlu takut kebasahan karena hujan ataupun panasnya matahari, karena anda bisa melewati lorong ataupun jembatan penghubung antara Mall dengan stasiun.

========================================================================================
Pesan penulis:
Jujur saja, saya sarankan jika anda ke Singapore, kunjungilah taman ini (terutama bagi yang suka dengan alam, taman dan bangunan kuno ala Cina & Jepang) karena sangat layak untuk dinikmati sambil istirahat dari hiruk pikuk kota.

Saya saja, sampai saat ini masih teringat akan taman ini dan berharap bisa kembali lagi kesini. Karena belum puas jelajah taman dan terkagum - kagum dengan taman nya, yang hijau dan tenang.

Untuk Informasi mengenai tempat wisata lebih lengkap, silakan anda klik link dibawah ini:






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS