My food hunting at Makassar.

Sebenarnya kisah ini ingin saya terbitkan bersama dengan kisah "My foot step....". Tapi berhubung satu dan lain hal maka cerita ini tertunda utuk beberapa bulan......

Selamat menikmati lanjutan kisahku di Makassar.....

Setelah malang melintang mencicipi masakan daerah Makassar di Jakarta, akhirnya kesempatan yg ditunggu oleh lidahku tercapai juga....mencicipi langsung ke daerah asalnya. Yuk kita coba cicipin bersama.....

1. Coto Makassar

Coto atau Soto....tapi yang pasti ini makanan yg berkuah. Menarik perhatian pertama kali aku mencicipinya di salah satu warung soto khas Makassar yg ada di Tg.Priok.

Bagi saya pribadi rasa soto ini sangat berbeda dengan soto di Jawa yg selam ini saya cicipin....warna soto di Jawa seperti yg kita kenal pasti berwarna kuning bening atau santan. Sedangkan si Coto ini berwrna coklat agak hitam dan memilik rasa yang unik...menurut selera saya yach.....

Karena keunikan rasa inilah, coto ini menjadi penarik lidah saya untuk harus mencicipi langsung di daerah asalnya Makassar. 

Siapa sich Coto ini? yuk kita kenalan sebentar.....dari beberapa sumber yang saya kumpulkan.....

Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. 
Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan "burasa". 

ketupat, jeruk nipis & sambal taoco


cara menyantapnya.....

Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Dan direncanakan mulai bulan November 2008 Coto Makassar akan menjadi salah satu menu pada penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Makassar.

Coto makassar sendiri merupakan hidangan yg memilki seni tata boga yang tinggi, yang juga merupakan sajian untuk berbagai golongan masyarakat bahkan juga dapat ditemui pada hidangan istana di jaman kerajaan Gowa.

Konon....Coto ini sudah muncul sejak jaman Somba Opu pada th 1538. Selain itu juga....disinilah letak rasa unik si Coto yang ternyata menggunakan sambal "tao - co", yang merupakan salah satu pengaruh dari kuliner cina yg telah datang pada abad 16. Ini lah bukti tata boga Cina juga mempengaruhi budaya tata boga Makassar yang melahirkan sebuah hidangan khas daerah Makassar yang menjadi ikon kuliner daerah yang harus dilestarikan.

my request...tanpa jeroan

Selain keunikan rasa yang dikeluarkan dari si "tao - co", ternyata coto ini mempunyai ramuan yg diperlakukan secara khusus yaitu diolah dengan "Korang Butta" atau "Uring Butta" yaitu kuali tanah or panci tanah liat. Rahasia lainnya yaitu "Rampah Patang Pulo" 40 macam rempah yang terdiri dari kacang, kemiri, cengkeh, pala, foeli, sere yang ditumbuk halus, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seldri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, garam, papaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jerohan. 

hehehe.....sepertinya tidak hanya Bali saja yg mempunyai rahasia "basegenapnya". Inilah letak kayanya kuliner Indonesiaku...."I love Indonesia food"

Ternyata....penggunaan rahasia rempah yg tergolong banyak ini mempunyai fungsi sebagai penawar zat kolestrol yang terdapat dalam hati, babat, jantung, limpah....dan kawan kawan sijeroan.

Nah sudah kenalan kan dengan si Coto....bagaimana kalo sekarang kita cicipin saja langsung ke TKP nya.

Sebenarnya sich banyak sekali warung yang menyajikan si Coto ini, tapi saya coba pilih yang ini dulu.....mungkin next time jika punya kesempatan saya akan coba cicipin ditempat yang lain..... 

Coto Dg. Tompo

Jl. Pelita Raya, Tamalate, South Sulawesi






2. MIE TITI

Wah kalo pertama kali anda diajak ke resto Makassar, dijamin deh anda pasti penasaran dan bertanya dengan nama menu ini "apa sih mie titi? apa yg jualnya bernama Titi kah?"

inilah kisah nya:

Mie Titi adalah rumah makan / restoran yg menyediakan berbagai macam mie dan diolah secara khusus untuk mengikuti selera khas chinese food ala Makassar. Dengan tidak mengesampingkan pengolahan dasar bahan bahan masakan, agar tetap bisa disajikan dengan cita rasa dalam keadaan halal serta bisa diterima kalangan umum

Mie Titi ini adalah sejenis mie kering yang disajikan dengan kuah kental dan irisan ayam, udang, jamur, hati dan cumi. Mirip ifumie, hanya mienya sangat tipis. Tadinya kirain nama mie titi ini adalah nama jenis makanan, namun ternyata kata titi berasal dari nama panggilan pemiliknya. Mie Kering di Makassar mulai popular sejak tahun 70-an.

Mie Titi Makassar memiliki beberapa cabang diantaranya Mie Titi Perintis, Mie Titi BTP, Mie Titi Panakukkang, Mie Titi Jalan Irian. Untuk di Bali di buka cabang dengan nama Mie Galang.

Mie titi merupakan salah satu kuliner khas dari Makassar. Makanan ini hampir banyak tersebar di seluruh kota. Mie yang kering ditaburi dengan kuah telur dan sayuran serta daging ayam. Sangat cocok dan enak sekali untuk dimakan bersama sambel khas Makassar dan jangan lupa, jeruk nipis. Karena hampir disemua masakan Makassar harus ada jeruk nipisnya, sekalipun makan nasi goreng, bakso, dll. 

Nah cukup sudah yach sekilas kenalan nya dengan si Mie Titi. Kebetulan saat itu saya baru sempat nyicipin Mie titi dari:

1. Restoran BambuDen
Jl. Gunung Latimojong No.55 Makassar
Telp. (0411) 323328 – 318111
Fax   (0411) 327166

2. Restoran Sentosa
Penampakan Resto Sentosa, dr Pantai Losari
lokasinya tepat di depan pantai Losari. 

Jadi kalo main ke Pantai, sekalian saja melipir sebentar ke sini untuk cicipin sang mie titi. Selain mie titi ada juga menu lainnya seperti nasgor merah ini nasgor khas Makassar dibilang nasgor merah karena penampakan nya memang berwarna merah yg berasal dari saos tomat bukan krna pewarna so aman dikonsumsi......, bakso nyuk nyang merupakan bakso daging babi yg konon nya....ini adalah andalannya, burasa, mie kuah dan desertnya es palu butung juga ada di sini....selain itu makanan di resto ini masih masuk kategori halal kok.


penampilan mie titi


setelah diaduk dan ditambahkan sedikit sambalnya


siap u/hap hap hap....

3. Mie pangsit Babi


Nah bagi yang pengemar mie rebus dengan toping daging babi, di Makassar juga ada kok. Mie babi yg dijual di kota ini umumnya di dagangkan oleh keturunan tiong hoa Makassar, rasanya juga cukup enak dan gak kalah enaknya dengan mie babi yg ada di Jakarta.

Hanya mie yam babi di sini tekstur mie nya tidak lah kecil dan halus, melainkan seperti mie karet dan makan nya kalo mau terasa harus disiram kuah banyak....jadi kaya macam makan mie ramen - itu menurut cara makan ku yach....krna aku coba makan kering macam makan mie ayam di Jakarta, tanpa siram kuah. Rasanya tidak keluar alias hambar, seakan - akan bumbu nya tidak menyatu di mie nya, begitu ku coba siram dengan 1 mangkok kuah tg telah disajikan lalu di aduk rata, baru deh keluar rasa nya.....nyam nyam...terasa sekali kaldu dari kuah nya yg menggunakan tulang ayam.

Toping ciri khas mie babi di sini selalu ada babi merah panggang, lap chiong (sosis cina), pangsit goreng or rebus, dan terkadang ada irisan ayam kampung. Tak lupa semangkok kuah yg menggunakan kaldu ayam.

Ini 2 lokasi mie ayam yg sempat saya cicipin:

1. RM. SENANG
Jl. Timor No. 110 Makassar, tepat diseberang Hotel - sayang saya lupa nama
wajah depan restoran



menu list
spanduk



penampilan sajian nya


+ kuah kaldu
aduk aduk....inilah wajah mie babi makassar
2. Mie Pangsit Babi @ Jl. Sulawesi.....


penampakan sang warung
Penampakan warung mie babi nya.....silakan dilihat lalu di cari yach....ada di sepanjang Jl. Sulawesi - maklum saya lupa nulis tanya nomer nya.....

Soal rasa, masuk kategori mantafff....boleh di coba









penyajian mie selalu lengkap dengan kuah nya


ternyata ada pangsit rebusnya juga :)



ini lah cara makannya, kuah nya disiram semua

4. Pallu Basa


Warung Palbas Serigala
Nah makanan satu ini masih masuk kategori soto dan juga khas milik Makassar. Pallu Basa nama nya.....tidak ada hubungan nya yach dengan palu.

Menu ini juga tak kalah enaknya dengan saudara sesoto nya si Coto Makassar, sangking gak mau kalahnya.....sampai fans nya aja Bapak Yusuf Kalla pun hobi mampir makan di sini.....katanya sich.....

Dapur Palbas
Penampilan si pallu basa ini tak beda dengan si coto yg membedakan hanyalah letak rasanya yang wangi akan serbuk kelapa sangrai dan santan yg cukup kental. Isinya pun tak jauh dari daging & jeroan....katanya sich bukan daging sapi melainkan saudaranya si kerbau. Satu lagi yg istimewa dari sajian ini, kita bisa minta ditambahkan telur ayam kampung yg mentah dan langsung dijatuhkan di sotonya saat disajikan kepada kita....alhasil model telur 1/2 matang gituuu......

Nama warungnya adalah Pallu Basa Serigala, karena terletak tepat dijalan Serigala. ANYW, menurut info sebenarnya namanya sich Warung Pallu Basa H. Haeruddin, tapi lebih dikenal dengan Palbas Serigala.

Yuukk mampirrr.....di Jalan Serigala



action sang penjual & kasir



rame nya pengunjung
telur kampung yg telah disiapkan


nasi, sambal & pelengkapnya si jeruk nipis


pake telur


yg biasa aja....


5. Cemilan malam  "Pisang EPE & Saraba"


Sore - sore jalan di pinggir pantai Losari, stelah menikmati susana pantai tak lupa perut pun juga sudah mulai kriuk kriuk kriuk...... 

Nah, daripada masuk angin toh lebih baik kita cegah dengan mengganjal perut dengan jajanan ringan yaitu "pisang epe".....apa itu epe???

Dalam bahasa Makassar "epe" itu artinya jepit. Jadi, proses pembuatan pisang ini sebelum disajikan harus dijepit dulu oleh 2 buah balok yg hasilnya jadi gepeng.


bentuk balok yg menjepit si pisang
Pisang nya sendiri dipilih pisang raja yg belum terlalu masak dan tidak lembek, lalu dibakar. Setelah selesai melalui proses pembakaran.....ini lah saatnya sang pisang harus digencat / ditekan oleh dua buah balok yg sudah dirancang khusus.....plok plok plok....itu bunyinya, jadilah sang pisang dengan penampilan yg gepeng lalu disiram dengan saos yg terbuat dari gula merah yg telah dicairkan. Nah gula merahnya juga ada pilihan rasa saat ini....saos yg ditambahkan dengan siraman coklat, saos rasa durian, atao saos dengan toping keju parut.

Penasaran dengan rasanya.....silakan datang saja ke Pantai Losari, di sepanjang jalan pantai pasti ketemu gerobak penjual pisang epe ini, tingal anda pilih sesuai selera anda......



gerobak penjual pisang epe

si pisang sedang di panggang

angkat pisangnya lalu dijepit
tambahkan saos....siap disajikan.....


Sarabba - Si hangat yg bikin  ehmmm..... 

Di Jawa kita punya minuman tradisional wedang ronde yang merupakan minuman penghangat tubuh dikala malam yg dingin mampir....

Di Makassar namanya Sarabba, yg gunanya juga untuk minuman penghangat tubuh.

yach kira2 porsi /gelasnya....
Persamaannya terlatak dari bahan utama yaitu menggunakan air dari perasan jahe yg diparut. Di wedang ronde kita hanya bisa merasakan air seduhan jahe yg murni. Sedangkan Sarabba selain air jahe ada tambahan santan, gula merah, serta susu. Jadi jika dirasa - rasa.....sarabba terasa lebih gurih sekaligus mengenyangkan karena kandungan santan & susu nya.
Selain nyrup sarabba, jangan lupa pesan juga pisang gorengnya.....biar mantafff oeyyyy......
Nah mau coba....silakan saja dateng ke Warung Sara'ba di jln. Sungai Cerekang.

sarabba
kesibukan di dapur sarabba




pisang goreng

sarabba + pisang goreng

6. Bakso Marthen / bakso Toraja.

Sesuai namanya bakso toraja atau bakso marthen. Toraja karena penjualnya berasal dari Toraja dan Mathen karena nama tersebut banyak dipakai oleh orang Toraja. Nah ini adalah info versi rekanku.....so CMIIW :)

Bakso toraja ini tekturnya kenyal kenyal tidak seperti bakso sapi yg biasa kita makan di tanah Jawa. Lebih mirip bakso Malang, karena si bakso selain menggunakan daging sapi ditambah juga dengan sagu, disinilah tekstur kenyalnya yg dibilang mirip seperti bakso malang.
Keunikan & kinikmatannya yg membuat beda dari si bakso malang terletak pada kuah bakso yg masih mengunakan kaldu tulang sapi, lalu ditambahkan perasan jeruk nipis dan sambal kuning halus yg rada kental.....ehmmm mantaffff.....asli deh bakso malang jadi tersingkir dari kamusku.....aku cocok dengan bakso ini.....

Bakso Mathen
Jl. G.Latimojong (seberang CV.Intraco)


dapur gerobak bakso


ada isi bakwan, bakso goreng, bakso sagu & bakso sapi

 
stelah di bumbui cabe + jrk nipis






























gerobak bakso toraja

















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Foot Step on Makassar - Benteng Fort Rotterdam

Akhir thn 2011, Aku kembali lagi melangkahkan kaki ku di peta perjalananku....
Aku berkunjung ke Makassar untuk pertama kalinya. Tujuan ku disini untuk mengunjungi dan merayakan natal & tahun baru bersama keluargaku........

Tak hanya berhenti di kunjungan saja, Aku juga menyempatkan diri untuk keliling kota Makassar sambil icip2 kulinernya yg hmmm....yg pasti wenakkk.....

Sayangnya kunjungan ku di akhir tahun 2011...disambut dengan hujan terus menerus selama beberapa hari....sehingga aku hanya memiliki sedikit kesempatan mengunjungi tempat bersejarah di Makassar. 
Kecewa....iyap, karena banyak sekali tempat wisata yg tadinya ingin kukunjungi hampir batal semua karena cuaca. 
Jadi saranku, jika anda ingin berwisata lebih baik pertimbangkan kembali cuaca & iklim yg sedang berlangsung di tempat tujuan anda.

Akhirnya, muncul juga matahari di pagi hari setelah berhari - hari hujan mengguyur Makassar. Langsung kami putuskan untuk mengunjungi benteng Fort Rotterdam, salah satu peninggalan bersejarah di kota Makassar. Letaknya tak jauh dari Pantai Losari, bahkan bisa di bilang hampir satu area dengan Losari.
Jadi jika anda sudah mengunjungi Pantai Losari yg tersohor itu...sekalian saja kunjungi Benteng ini. Jangan lupa juga jika capek jalan minumlah es kelapa yg banyak dijajakan di pinggir pantai tersebut....hrrrgghhh....seugarrrr rasanya, apalagi dinikmati pas selesai keliling Benteng.

Pas begitu kami sampai....ternyata kunjungan kami sedikit terganggu karena adanya pekerjaan perawatan benteng. Walaupun memang mengalami sedikit tidak nyaman....tapi saya usahakan untuk menelusuri setiap jengkal tanah di benteng ini.


Sekilas kisah sang Benteng Fort Rotterdam 

Benteng Fort Rotterdam atau biasa disebut juga dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa - Tallo. Konon bentuk benteng ini menyerupai seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. 

Pas sekali yach....sudah bentuknya seperti penyu dibangun nya pun pas terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar. Apa hubungannya? aku tak tau, lebih baik tanya ahli sejarahnya saja..... 

Kenapa seekor penyu? menurut filosofi kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Sultan Hassanudin
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. 

Sebelum benteng ini berganti nama Fort Rotterdam dulunya....orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungaya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. 

Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar. 

Selain sejarah Makassar ternyata Benteng Fort Rotterdam pernah menjadi tempat pengasingan Pangeran Diponegoro pada masa penjajahan Belanda. Di sinilah Pangeran Diponegoro ditahan dan menghabiskan sisa hidupnya. Anda dapat melihat ruang tahanan yang sempit, sebagai tempat Pangeran Diponegoro saat ditahan.
Nah sayangnya.....saat kunjungan itu, aku tak bisa masuk ke musiumnya. Karena adanya pekerjaan renovasi tersebutlah yang membuat ku sedikit belum puas dengan kunjungan ini. Tapi....saya akan kembali lagi ke sini saat kunjungan berikutnya dan saat itu pasti Bentengnya sudah gagah.......

Nah di bawah ini saya sajikan sedikit sudut - sudut dari sang Benteng....

pintu masuk

sang pintu gerbang benteng








sudut belakang dari Benteng



konon merupakan tempat pembuangan air kotor / selokan

lobang untuk mariam

tampak sekali kesan bangunan tuanya...terawat...






dalam proses renovasi

dari sisi atas benteng



reruntuhan apakah ini???


pemandangan di sekitar benteng dari sisi atas















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah food huntingnya bumil

Boleh percaya boleh tidak...
Boleh dicoba boleh juga tidak...
Boleh nyicipin boleh juga tidak...

Semuanya ini kembali kepada keputusan anda, saya disini hanya sebagai pemberi informasi & juga sharing...
Penilaian nya kembali kepada pribadi masing - masing.

Aku ini seorang pengemar kuliner, dalam kamus ku tak pernah ada kata "tak nafsu makan" sekalipun sakit deman ato ringan lainnya....pasti ada aja menu yg terlintas di otak ku untuk ku santap dengan nikmat.

Nah kali ini akhirnya saya mengalami kesulitan yg superrrr sulit. "Tak nafsu makan" akan menjadi kosa kata baru dalam dunia kulinerku selama trimester pertama kehamilanku....

Yap...I'm pregnant woman now. Nafsu makan menurun dengan drop itu adalah gejalaku, but tidak semua wanita akan mengalaminya kok...setiap tubuh manusia kan berbeda, so pasti efeknya pun berbeda. Selain nafsu makan yg hilang...aku juga menjadi sangat pemilih makanan. Yang awalnya saya bukan pemilih sekarang menjadi pemilih. Seperti menolak bawang putih yang hanya melihatnya sudah dapat membayangkan baunya dan mulai enek, lalu Brokoli dimana sensor otak ku bisa menyimpan rasa dan bau khas brokoli yg membuatku mual dan menolaknya.....dan masih banyak lagi penolakan2 lainnya....

Singkat kata....apa yg saya suka selama ini akan menjadi apa yg tidak saya suka. Bahkan hobby masak ku saja jadi stop selama kehamilan ini...(semoga di trimester dua sudah normal, soalnya banyak resep yg mau di praktekkan nich...termasuk resep kreasi sendiri).

Okeh.....karena kesulitan makan ini akhirnya sampai juga di titip permasalahan yg paling ditakutkan. " Lapar pada malam hari" syukurnya saya tidak ngidam makanan yg sulit untuk dicari saat malam menjelang.....

Malam itu saya tiba2 lapar....dan sensor otak ku mengirim sinyal ingin makan dengan diskripsi sebagai berikut:
*. Makanan berkuah
*. Klo soto harus bening tidak suka santan or telalu banyak bumbu....
*. Maunya terasa kuah yang panas & segarrrr....
*. Trus klo digadokan ke nasi rasanya gimanahhhh...gituuu....

Setelah ku ungkapkan deskripsi makanan ku.....akhirnya my hubby bejuang ajak saya kllg cari makan dimalam itu. Dimulai dr TKP terdekat lingkungan sekitar kami di Aprtman mediterania, dimana saat maghrib tiba akan banyak muncul penjaja makanan k5. Setelah kllg semua blok dan tidak ada yg mengena di hati....kami luncur ke jalan Bungur, dimana bayangan kami disini yg ada hanyalah empek2, tak mungkin ada makanan berkuah....kalaupun ada Soto Mie pak Kumis yg sudah tutup atao soto kambing.

Waktu sudah menunjukan pukul 9.30 malam, hubby masih berjuang untuk ku.....akhirnya kami menangkap tulisan spanduk besar dengan gambar makanan yg menggiurkan "SOTO LAMONGAN". Langsung aku jawab "boleh juga deh di coba ini...."

Begitu selesai parkir, lekas saya masuk ke resto tersebut. Lalu waktu melirik tamu yg sedang makan empek2...indra ku langsung meminta "sekalian juga pesen empeknya, mana tau enak juga...habis yg yg makan orng nya nafsu banget". Jadi kami pun memesan 1 porsi soto ayam lamongan dengan nasi serta 1 porsi kapal selam & lenjer kecil.

Makanan datang....sasaran pertamaku adalah soto ayamnya...langsung kucicipi tanpa ditambah pelengkap jeruk nipis, sambal & kecap manis. Rasanya....mantafff, ini komentar lidah ibu hamil. Aku suka dengan rasa kuahnya yg berbumbu dan soft sekali...karena cocok saya tidak bisa mendiskripsikan lebih detial soal bumbunya...soalnya sense bumbu lagi "OFF" yang ada hanya sense "enak" or "tidak enak" . Sudah cocok dengan rasa yg original...baru deh saya mulai taro perasan jeruk nipis nya....dan ergghhh gila mantaffff deh segerrrnnyaaa....asam nya pun terasa ditingkat yg cantik dan dipadu bumbu sotonya jadi semakin weeenaaaakkk tenannn.....kecap manis & cabe, tidak saya sertakan karena merasa dapat merusak nikmatnya kesegaran soto untuk bumil. hehehe.....

soto ayam lamongan



Sudah asik dengan soto, aku coba dengan empek2 nya. Pertama ku hanya menjilati cuka nya, saya tak berani sruuuppp cukanya krna tenggorokan ku yg menolak rasa cuka ini. Tapi overall cuka nya masih wokewenakkk...dan empek2nya favoritku direbus, kekenyalan nya cukup oke...tidak keras saat saya belek dengan sendok, walaupun sudah agak dingin anget. Rasa nya lumayan empuk terasa wangi ikan nya.

empek2 kapal selam & lenjer
Overall saya suka sekali makan di sini selama hamil ini. Rasanya, seperti cocok dilidah & gigiku yg kepingin lunak lembut di empek2 nya. Sebenarnya selain menu soto & empek2, di resto ini masih banyak ditawarkan menu lainnya yg berbau khas kuliner Palembang. Soal harga cukup terjangkau kok, gak akan membuat kantong mu bolong.

Harga seporsi soto lamongan daging ayam Rp.12.000,- 
isi nya: daging ayam suwir, bihun, 1/2 telur rebus, irisan kol & tomat, taburan kerupuk udang halus, bawang goreng.
Nasi putih Rp.4.000,-
Empek kapal selam besar Rp.11.000,-
Empek lenjer kecil Rp.3.500,-

Penasaran dengan cita rasa Bumil....silakan singgah saja di sini:
PEMPEK NELLY 10 ULU - Masakan Palembang
Jl. Garuda No.59
Kemayoran - Bungur

 




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS